Foto Bersama Pemerintah dan masyarakat Kampung Di balai kampung Wandos
Foto Bersama Pemerintah dan masyarakat Kampung Di balai kampung Wandos
Featured

Membawa Cahaya di Tapal Batas Biak Supiori di Dibawa Kaki Gunung Sobunem

WANDOS, SUPIORI – Terletak di perbatasan antara Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori, Kampung Wopes dan Wandos menyimpan potensi alam dan nilai sejarah yang luar biasa.

Mulai dari keunikan Kampung Wopes yang dihuni oleh satu marga (Boseren) di bawah kaki Gunung Sombunem, hingga Kampung Wandos di Supiori—sang "Pulau Injil"—yang berbatasan langsung dengan jalur khatulistiwa dan lautan bebas Pasifik.

Namun, di balik kekayaan sejarah Perang Dunia II dan tradisi Koreri, kedua kampung ini sempat menghadapi tantangan klasik di wilayah pelosok: rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan anak dan penguatan ekonomi.

Terinspirasi dari filosofi Rasul Papua, I.S. Kijne, untuk mengajak masyarakat kembali bekerja membangun diri sendiri, Tim Pelintas Batas Pelita Papua hadir di tengah masyarakat sejak tahun 2022. Bukan membawa proyek megah, tim ini hadir dengan kesederhanaan untuk menjadi "lilin kecil" yang memantik semangat swadaya warga setempat.

"Kami datang bukan untuk membuat hal baru karena semua potensi sudah ada di pulau ini. Kami datang untuk memberikan motivasi, pelatihan, dan semangat untuk ikut Yesus dalam pendidikan yang sudah lama ada," ungkap perwakilan Tim Pelintas Batas Pelita Papua, mengutip pesan Kepala Desa Martinus Boseren.

Setelah sukses merintis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan koperasi di desa tetangga (Douwbo) pada tahun lalu, riak perubahan kini menular kuat di Wopes dan Wandos. Semangat gotong royong warga melesat drastis, membuahkan sejumlah capaian nyata :

  • Sektor Pendidikan: Kehadiran dua PAUD dan Taman Bacaan kini menjadi ruang belajar baru yang inklusif untuk membina generasi emas asli Papua.

  • Sektor Iman: Perkembangan Sekolah Minggu yang luar biasa kini menjadi basis utama bagi Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) GKI Wandos.

  • Sektor Ekonomi: Penguatan melalui Koperasi Usaha Menengah sukses memicu semangat kemandirian ekonomi warga.

Dukungan penuh dari kepala desa serta pulihnya semangat mengajar para guru menjadi bukti bahwa masyarakat siap bangkit. Melalui aksi nyata ini, Tim Pelintas Batas Pelita Papua membuktikan bahwa dengan kesetiaan pada hal-hal kecil, "kebun kehidupan" yang indah akan dituai di masa depan atas dasar cinta.

Related Articles

Free Joomla templates by Ltheme